Cari

Untuk Bumiku

Tempat Membiaknya Manusia, lingkungan dan Peradaban

bulan

September 2012

Tondano dan Limboto, Menyelamatkan Sumber Kehidupan

Danau-Tondano2
Danau Tondano

BANYAK orang mengenal Danau Tondano dan Danau Limboto. Menyebut Danau Tondano, pikiran orang tertuju pada objek wisata eksotik di jazirah utara Pulau Sulawesi. Danau Limboto,menjadi ‘’land mark’’ Kota Gorontalo. Namun, tidak banyak yang tahu, kalau dua danau itu sedang mengalami degradasi daya dukung lingkungan serius. Ini berarti sumber kehidupan di Tondano dan Limboto terancam.

Pendangkalan akibat sedimentasi serta pengundulan hutan tak terbendung di seputaran Daerah Aliran Sungai (DAS), terus menggerus fungsi Tondano dan Limboto. Belum lagi, laju pertumbuhan gulma air (eceng gondok) yang tak bisa dibendung menutup permukaan danau. Padahal, di hamparan air kolam alamiah ini menjadi sumber rezeki masyarakat berupa ikan, dan aneka biota, sumber air baku dan irigasi, serta pembangkit listrik menerangi hampir sebagian besar wilayah Sulawesi Utara. Continue reading “Tondano dan Limboto, Menyelamatkan Sumber Kehidupan”

Iklan

Matano dan Poso, Pesona Purbawi Antara Alien dan Naga

Danau-Matano
Danau Matano

DANAU Matano dan Danau Poso, tidak separah kerusakan Danau Tempe, Danau Tondano dan Danau Limboto. Tetapi mengapa dua danau ini juga masuk dalam 15 Danau Prioritas oleh pemerintah? Tanpa merujuk pada kriteria, mungkin keunikan dan keindahan kedua danau menjadi pertimbangan untuk perlu diselamatkan dan dilestarikan. Keduanya sama-sama danau tektonik dengan kedalaman maksimal dan memiliki biota endemik dan mitios-mitos.

Danau Matano dan Danau Poso lebih tersohor sebagai objek wisata. Bila berkunjung ke Sulawesi, selain Danau Tondano di Sulawesi Utara, para pelancong akan mengalokasikan kesempatan untuk mengunjungi Danau Poso dan Danau Matano. Air biru dan jernih, Danau Matano juga dihiasi delapan pulau kecil di tengahnya yang menambah keindahan danau ini.

Matano Danau Purbawi

Danau Matano berada di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Danau tektonik ini terbentuk sekitar empat juta tahun yang lalu akibat pergerakan lempeng kerak bumi. Danau Matano terintegrasi dengan empat danau lainnya di Luwu Timur masing-masing Danau Towuti, Mahalona, dan serta dua danau kecil Wawantoa atau Lantoa dan Masapi, sehingga disebut sebagai Kompleks Danau Malili. Continue reading “Matano dan Poso, Pesona Purbawi Antara Alien dan Naga”

Tempe, dari Mangkuk Ikan Menuju Piring Kosong?

Danau-Tempe2KESOHORAN Danau Tempe tidak seindah alunan dan makna filosofis lagu Bugis Bulu’ Alua’na Tempe (Ketika berada di atas gunung sebelah timur Danau Tempe). Sedimentasi luar biasa menyebabkan danau ini berubah menjadi daratan setiap tahun. Degradasi ekologis Danau Tempe juga mendatangkan banjir setiap tahun yang mesti diderita masyarakat sekitar danau. Danau yang menjadi sumber rezeki penduduk perlahan-lahan berkurang dan terancam karena kerusakan lingkungan.

Secara alamiah, Danau Tempe terbentuk dari proses geologis seumur daratan Sulawesi Selatan. Danau Tempe terintegrasi dalam tiga danau yakni Danau Sidenreng, Danau Taparang Lapompaka, dan Danau Labulang.

Danau Tempe menempati wilayah di tiga kabupaten. Bagian danau terluas terletak di Kabupaten Wajo yakni empat kecamatan masing-masing Tempe, Sabbangparu, Tanasitolo dan Belawa. Sebagian menempati Kabupaten Soppeng di Kecamatan Marioriawa dan Donri Donri. Sementara yang lainnya di Kabupaten Sidrap yakni di Kecamatan Pancalautan. Continue reading “Tempe, dari Mangkuk Ikan Menuju Piring Kosong?”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: