Cari

Untuk Bumiku

Tempat Membiaknya Manusia, lingkungan dan Peradaban

Tondano dan Limboto, Menyelamatkan Sumber Kehidupan

Danau-Tondano2
Danau Tondano

BANYAK orang mengenal Danau Tondano dan Danau Limboto. Menyebut Danau Tondano, pikiran orang tertuju pada objek wisata eksotik di jazirah utara Pulau Sulawesi. Danau Limboto,menjadi ‘’land mark’’ Kota Gorontalo. Namun, tidak banyak yang tahu, kalau dua danau itu sedang mengalami degradasi daya dukung lingkungan serius. Ini berarti sumber kehidupan di Tondano dan Limboto terancam.

Pendangkalan akibat sedimentasi serta pengundulan hutan tak terbendung di seputaran Daerah Aliran Sungai (DAS), terus menggerus fungsi Tondano dan Limboto. Belum lagi, laju pertumbuhan gulma air (eceng gondok) yang tak bisa dibendung menutup permukaan danau. Padahal, di hamparan air kolam alamiah ini menjadi sumber rezeki masyarakat berupa ikan, dan aneka biota, sumber air baku dan irigasi, serta pembangkit listrik menerangi hampir sebagian besar wilayah Sulawesi Utara. Continue reading “Tondano dan Limboto, Menyelamatkan Sumber Kehidupan”

Matano dan Poso, Pesona Purbawi Antara Alien dan Naga

Danau-Matano
Danau Matano

DANAU Matano dan Danau Poso, tidak separah kerusakan Danau Tempe, Danau Tondano dan Danau Limboto. Tetapi mengapa dua danau ini juga masuk dalam 15 Danau Prioritas oleh pemerintah? Tanpa merujuk pada kriteria, mungkin keunikan dan keindahan kedua danau menjadi pertimbangan untuk perlu diselamatkan dan dilestarikan. Keduanya sama-sama danau tektonik dengan kedalaman maksimal dan memiliki biota endemik dan mitios-mitos.

Danau Matano dan Danau Poso lebih tersohor sebagai objek wisata. Bila berkunjung ke Sulawesi, selain Danau Tondano di Sulawesi Utara, para pelancong akan mengalokasikan kesempatan untuk mengunjungi Danau Poso dan Danau Matano. Air biru dan jernih, Danau Matano juga dihiasi delapan pulau kecil di tengahnya yang menambah keindahan danau ini.

Matano Danau Purbawi

Danau Matano berada di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Danau tektonik ini terbentuk sekitar empat juta tahun yang lalu akibat pergerakan lempeng kerak bumi. Danau Matano terintegrasi dengan empat danau lainnya di Luwu Timur masing-masing Danau Towuti, Mahalona, dan serta dua danau kecil Wawantoa atau Lantoa dan Masapi, sehingga disebut sebagai Kompleks Danau Malili. Continue reading “Matano dan Poso, Pesona Purbawi Antara Alien dan Naga”

Tempe, dari Mangkuk Ikan Menuju Piring Kosong?

Danau-Tempe2KESOHORAN Danau Tempe tidak seindah alunan dan makna filosofis lagu Bugis Bulu’ Alua’na Tempe (Ketika berada di atas gunung sebelah timur Danau Tempe). Sedimentasi luar biasa menyebabkan danau ini berubah menjadi daratan setiap tahun. Degradasi ekologis Danau Tempe juga mendatangkan banjir setiap tahun yang mesti diderita masyarakat sekitar danau. Danau yang menjadi sumber rezeki penduduk perlahan-lahan berkurang dan terancam karena kerusakan lingkungan.

Secara alamiah, Danau Tempe terbentuk dari proses geologis seumur daratan Sulawesi Selatan. Danau Tempe terintegrasi dalam tiga danau yakni Danau Sidenreng, Danau Taparang Lapompaka, dan Danau Labulang.

Danau Tempe menempati wilayah di tiga kabupaten. Bagian danau terluas terletak di Kabupaten Wajo yakni empat kecamatan masing-masing Tempe, Sabbangparu, Tanasitolo dan Belawa. Sebagian menempati Kabupaten Soppeng di Kecamatan Marioriawa dan Donri Donri. Sementara yang lainnya di Kabupaten Sidrap yakni di Kecamatan Pancalautan. Continue reading “Tempe, dari Mangkuk Ikan Menuju Piring Kosong?”

Ekoregion dalam Angan-angan

Pengelolaan lingkungan hidup berbasis ekoregion, menjadi salah satu tumpuan harapan. Namun, jika upaya memelihara sinamabungan sumber daya alam dan kenakeragaman hayati ini tidak didukung sinergitas parapihak, pengelolaan ekoregion hanya ada dalam angan-angan. Konsep ekoregion selesai di forum seminar atau lokakarya, menghasilkan tumpukan arsip-arsip memenuhi locker dokumen.
Yah, sinergitas dan pemberdayaan menjadi bahasa birokrasi pembangunan yang kini populer. Namun, realitas menunjukkan justru implementasinya kerap berbanding terbalik. Dari sisi nilah, konsep ekoregion menghadapi kendala.
Dalam kompetisi di era Otonomi Daerah (Otoda), pemerintahan di tiap-tiap provinsi, kabupaten/kota mengedepankan kepemilikan ranah sumber daya alam berbasis batas wilayah administrasi dan kepentingan politik. Masing-masing memacu pendapatan daerah tanpa hirau pada aspek hulu-hilir. Tiap-tiap sektor memicu suburnya egosektoral. Aturan-aturan bertabrakan antara satu dengan lain dalam implementasinya di lapangan. Continue reading “Ekoregion dalam Angan-angan”

Menjaga Bumi di Ambang Kehancuran

Tanggal 22 April ditetapkan menjadi Hari Bumi. Penetapan Hari Bumi dimotori  seorang Senator Amerika Serikat, Wisconsin Gaylord Nelson, tahun 1970. Gagasan ini lahir dari perjuangan kelompok-kelompok pelestarian lingkungan hidup sejak tahun 1960-an, dan memuncak pada demonstrasi besar-besaran di tiga kota masing-masing di Lapangan Seattle New York, Washington, dan San Fransisco, oleh kelompok pejuang pro lingkungan dan masyarakat Amerika Serikat, pada 22 April 1970. Momentum tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Bumi.

Penetapan Hari Bumi merupakan sebuah momentum kesadaran umat manusia untuk memelihara bumi dari proses menuju kehancuran.  Mengapa planet ini bisa berproses menuju kehancuran? Itu karena manusia tidak bijaksana mengelola bumi.

Ratusan tahun umat manusia berlomba-lomba membangun peradaban yang digerakkan oleh kekuatan ilmu pengetahuan dan perburuan ekonomi menuju kesejahteraan… Continue reading “Menjaga Bumi di Ambang Kehancuran”

Wisata Lingkungan Kumuh, Solusi Pemberdayaan Urban

Berwisata di pemukiman kumuh, mungkin kedengarannya aneh. Tetapi, setidaknya Pemerintah Kota Rio de Janeiro, Brasil, menyulap kawasan kumuh Santa Martha menjadi objek wisata. Kawasan sangat miskin di Mumbai, India, menjadi objek wisata yang laris pascapopulernya film Slumdog Milionaire . Di Jakarta Utara, wisata kampung miskin ditanggapi sinis dan pujian.

Salah satu LSM di Jakarta, beberapa waktu lalu, secara inovatif menggelar kunjungan wisata ke kawasan pemukiman kumuh di bagian utara Jakarta. Turis-turis asing yang diboyong menyusuri jantung-jantung kemiskinan Jakarta. Para pelancong sangat … Continue reading “Wisata Lingkungan Kumuh, Solusi Pemberdayaan Urban”

Tongketongke, Wisata Lingkungan Persembahan Masyarakat

Tongketongke, sebuah kawasan konservasi pohon bakau yang terkenal di Sulawesi Selatan. Tempat yang kini menjadi sarana wisata ini ditempuh kurang lebih lima jam dari Makassar, dan sekitar 20 menit dari Ibukota Kabupaten Sinjai. Masyarakat Desa Tongketongke, Kecamatan Sinjai Timur  dengan susah-payah menyembahkan potensi ini sehingga pada 1995, mereka meraih hadiah Kalpataru, penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup di Indonesia.

Kini, Tongketongke selalu tak sepi pengunjung. Kawasan di ujung selatan Sulawesi Selatan yang berhadapan dengan hamparan laut Selat Makassar ini selain menjadi tempat rekreasi lingkungan hidup dan konservasi, juga menjadi objek… Continue reading “Tongketongke, Wisata Lingkungan Persembahan Masyarakat”

Belajar dari Kosta Rika

Saat ini, Kosta Rika (Costa Rica) merupakan negara paling menyenangkan di bumi. Mengapa? Negara kecil di Amerika latin itu menjadi negeri paling ramah lingkungan di dunia. Angka harapan hidup dan kebahagiaan masyarakat Kosta Rika berbanding lurus dengan dampak lingkungan.

Penduduk Kosta Rika merupakan warga paling bahagia menikmati hidup. Indeks kebahagiaan dan harapan hidup penduduk negeri ini paling… Continue reading “Belajar dari Kosta Rika”

Tahun Baru dan Amal Lingkungan

Hari ini kita menapaki awal tahun. Kita memasuki satu dasawarsa abad ke-21. Kini bumi dirongrong perubahan iklim. Umat manusia terancam bencana rutin. Kita baru menyadari kerusakan di muka bumi ulah manusia. Tetapi kemudian, betapa sulitnya membangun kemauan untuk menyelematkan bumi dan lingkungan.

Penduduk bumi mengusung kesadaran, tetapi masing-masing mempertahankan kepentingan. Negara-negara maju menekan… Continue reading “Tahun Baru dan Amal Lingkungan”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: